12 Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari Ketika Wawancara Kerja.
Bahasan di sini berguna untuk membantu proses wawancara kerja, mendapatkan pembeli/pelanggan atau untuk meyakinkan sebuah kerjasama.
Ada 12 sinyal negatif tubuh yang kita gali, semuanya mesti dihindari jika ingin sukses.
Apa saja? Mari kita berangkat.
12 Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari Ketika Wawancara Kerja
Kita mengambil salah satu contoh bahasa tubuh negatif ketika wawancara kerja.
Selain lebih spesifik dan mudah dimengerti juga bisa mencakup semua bidang lainnya.
Berapa kali terjadi proses wawancara kerja di Indonesia? Pastinya jutaan.
Ini adalah sebagai gambaran bahwa contoh ini bisa mencakup banyak hal.
Mari kita mulai.
1. Menggosok atau Menyentuh Hidung Berulang Kali
Hal ini tidak hanya disebabkan oleh alergi, tetapi dapat dipicu oleh tekanan darah yang naik karena berbagai alasan, meningkatkan aliran darah dan melebarkan sel kulit kita.
Ini akan mengurangi citra dan presentasi, dan mungkin menyebabkan rasa kehilangan kepercayaan orang pada kita.
Dikenal sebagai isyarat untuk berbohong, orang mungkin merasa sulit untuk langsung memercayai atau pesan yang kita sampaikan.
Jadi, jika memungkinkan, jauhkan tangan kita dari wajah.
2. Menyentuh atau Memperbaiki Rambut
Merapikan rambut atau menyentuh rambut bisa jadi mengirimkan sinyal bahwa kita tidak percaya diri atau tidak yakin.
Apalagi jika dilakukan di awal-awal wawancara, hal itu lebuh-lebih tidak boleh dilakukan.
Kalah sebelum berperang.
Biasanya hal tersebut dilakukan oleh wanita. Namun jika pria yang melakukannya, hal itu tentu lebih buruk lagi.
3. Menggigit Bibir
Orang akan menggigit bibir tanpa menyadarinya. Akan kita dapati mereka melakukannya di mana-mana.
Misalnya ketika sedang pusing menghadapi ujian, terjebak di kemacetan lalu lintas.
Hal tersebut menunjukkan sebuah sinyal, bahwa kita tidak sedang baik-baik saja.
Jadi, ketika menggigit bibir sekali saja saat berada di depan pewawancara adalah isyarat bahwa kita tidak yakin atau tidak percaya diri.
4. Menutupi Mulut
Sering dijumpai, ketika sedang mengobrol, seseorang menutupi mulutnya.
Mungkin dia memiliki masalah di mulutnya, dan tidak mau lawan bucaranya terganggu.
Memang tujuannya baik. Namun sayang, penerimaan orang bisa saja buruk.
Lawan bicara akan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan diri kita?
Jika hal ini yang terjadi, maka segala presentasi kita untuk menarik perhatian sang pewawancara justeru akan tertutup dengan gerakan kecil ini.
Anggap saja kita memang mempunyai masalah dengan bau mulut, gunakan teknik tubuh lainnya tanpa menutup mulut.
Misalnya, menggerak-gerakkan tangan sebagai pembantu ekspresi penjelasan.
Tentunya, sang pewawancara akan fokus pada tangan, bukan pada bau mulut yang sedang kita tutupi.
5. Menggaruk
Menggaruk sedikit tampaknya tidak berbahaya, tetapi bahkan jika kita melakukannya sekali, itu mengirimkan pesan bahwa kita tidak yakin.
Orang menggaruk lengan atau leher mereka karena alasan yang sama saat mereka menyentuh hidung.
Saat tekanan darahnya naik, sel mast bisa mulai melepaskan histamin, dan kulit kita mungkin terasa gatal.
Saat di depan pewawancara, hindari menggaruk, karena jika kita berada dalam situasi di mana butuh kepercayaan dan kepercayaan itu penting, kita bisa kehilangan bekal ini.
6. Menggosok atau Memegang Daun Telinga
Hal ini jarang kita lihat dilakukan oleh seseorang. Tidak seperti membetulkan rambut atau menggaruk.
Namun justeru jika dilakukan, lebih-lebih akan sangat menarik perhatian.
Bisa jadi hal ini merupakan suatu ekspresi nempertimbangkan sesuatu.
Namun, bisa juga diartikan sebagai seseorang yang mengkhawatirkan dan hendak menipu.
Setidaknya, itu dianggap sebagai gerakan menenangkan diri, yang dipicu lagi oleh peningkatan tekanan darah dan pelepasan histamin.
Apapun itu, hindari gerakan ini.
7. Menjepit Hidung
Menggosok hidung bisa mengurangi rasa sakit, tetapi begitu juga dengan mencubit hidung.
Namun hal itu bisa dianggap sebagai sesuatu yang mengurangi citra kepercayaan diri kita.
Paling tidak, dilakukan sekali saja, itu adalah sinyal bahwa kita telah melakukan sebuah kesalahan.
8. Menyilangkan Pergelangan Kaki Anda
Mungkin kita pernah mendengar gagasan bahwa menyilangkan tangan dan kaki adalah merupakan sikap menutup dan defensif.
Walau mungkin kita melakukannya hanya agar membuat nyaman diri.
Jika kita sedang melakukan proses interview kerja dengan manajer HRD dan dia melihatnya, bisa jadi ia melihatnya sebagai isyarat bahwa kita memiliki sesuatu yang disembunyikan atau Anda merasa tidak nyaman atau tidak yakin.
Maka, lebih baik tidak menyilangkan lengan, kaki, atau bahkan pergelangan kaki kita saat dalam acara penting.
9. Merapatkan Jari Jemari Di Belakang Kepala
Sering hal ini kita lihat, orang duduk di kursi merebahkan badan ke belakang, sedang kepala di tahan oleh jari yang dirangkapkan.
Bisa saja seseorang bersandar nyaman atau percaya diri saya kira, tapi sebaliknya bisa dibaca secara berbeda.
Jika dilakukan dalam sebuah pertemuan, uni bisa dibaca sebagai isyarat yang mengintimidasi dan defensif.
Jadi, terlepas dari situasinya, kecuali kita di rumah atau di luar dengan teman-teman, itu tidak boleh dilakukan sama sekali dalam rapat, atau wawancara.
10. Mengerik Kuku
Apakah kita mengerik atau mengikis kuku atau juga menggaruk dokumen dengan kuku, ini adalah tanda kecemasan.
Ketika sedang stres, tubuh kita mulai mengirimkan sinyal untuk melakukan sesuatu, apa saja. Ini merupakan respon alami untuk melawan atau menghindar.
Bernapaslah dan rileks secara sadar.
Bayangkan sesuatu yang menyenangkan yang melawan stres. Fokus kembali pada diri kita. Jangan biarkan stres yang meningkat mengikis presentasi pribadi kita.
11. Gelisah
Gelisah lebih dari sekedar bergerak dengan gugup di tempat duduk, itu semua terkait dengan gerakan tubuh.
Kita bisa gelisah dengan pakaian, rambut, dan pena kita. Kita bisa mengepalkan dan melepaskan tangan kita.
Kita harus bersikap setenang mungkin. Kegelisahan apa pun dapat merusak kepercayaan orang terhadap kita .
12. Bersikap Kaku
Terkadang ketika menemukan suasana atau situasi baru dengan tekanan psikis yang tinggi, tidak sadar badan kita jadi kaku.
Mulut membisu, senyum susah dikembangkan, pandangan lurus namun terlihat gelisah.
Jika ditanya, menjawab seperlunya. Jika tersenyum, terlihat dipaksakan. Suasana akan kaku.
Seandainya saja kita berada dalam proses wawancara, ini sudah menjadi poin negatif yang kita dapatkan.
Menghindari ini terjadi, bersikap tenang adalah satu-satunya solusi.
Pewawancara juga manusia, mereka bisa serius, tertawa atau kecewa.
Jika mereka sama dengan kita, bidiklah sikap santainya dengan menghadirkan suasana yang cair antara kita dengan dirinya.
Namun untuk melakukan itu, kita sebelumnya sudah menciptakan hal tersebut sebelum masuk kecdalam ruang wawancara.
Usahakan untuk tenang, santai dan rileks terlebih dahulu. Jika diri sendiri sudah siap, tinggal menciptakannya dengan orang lain.
Penutup
Jangan terbawa oleh suasana serius wawancara. Buatlah suasana wawancara menjadi nyaman. Meskipun masih dalam suasana yang serius.
Hal tersebut terjadi jika tubuh dan jiwa kita nyaman. Oleh karena itu ciptakanlah sebelumnya.
Lakukan gerakan negatif di atas sebelum mulai wawancara, agar tidak dilakukan justeru ketika wawancara.
Baca juga: 14 Kebiasaan Orang Sukses yang Mesti Kita Ketahui
Demikian bahasan 12 Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari Ketika Wawancara Kerja ini. Jika pembaca ingin menambahkan, silahkan tulis di kolom komentar. Salam.





